Babinsa Membangun Wawasan Kebangsaan

 Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 07/Bangsri, Jajaran Kodim 0719/Jepara Serma Sutrasna menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan Bela Negara pada acara Bin Pam Ling yang di diselenggarakan oleh Kesbangpol kabupaten Jepara, kepada Linmas dan tokoh masyarakat perwakilan se kecamatan Bangsri sebanyak 40 orang di pendopo kecamatan Bangsri. (9/5)


Istilah Wawasan Kebangsaan terdiri dari dua suku kata yaitu “Wawasan” dan “Kebangsaan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) dinyatakan bahwa secara etimologis istilah “wawasan” berarti: (1) hasil mewawas, tinjauan, pandangan dan dapat juga berarti (2) konsepsi cara pandang.“Kebangsaan” berasal dari kata “bangsa” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) berarti kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Sedangkan “kebangsaan” mengandung arti (1) ciri-ciri yang menandai golongan bangsa, (2) perihal bangsa; mengenai (yang bertalian dengan) bangsa, (3) kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara. 
 
Dengan demikian wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut Prof. Muladi, memberikan pengertian bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesatuan atau integrasi nasional bersifat kultural dan tidak hanya bernuansa struktural mengandung satu kesatuan ideologi, kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.

Related

Pendidikan 8114254177267490254

Post a Comment

emo-but-icon

FANDPAGE FB ISJ

GUDANG PRINTING AND CLOTHING



Recent

Info Populer

Comments

APP ANDROID ISJ

ISJ RELIGI

item