KEJAHATAN DIMULAI DARI UJUNG JARI, VIRUS KEBENCIAN MENGINTAI PENGGUNA MEDIA SOSIAL


isjnews.com – Pepatah lama mulutmu harimaumu kini tak lagi relevan dengan era digitalisasi. Perangkat teknologi masa kini melahirkan media sosial (medsos). Tak ayal, virus kebencian terus dikobarkan kepada pengguna Medsos. Sederhana, kejahatan sudah dimulai dari ujung jari.
Kerusuhan Tanjungbalai diawali oleh broadcast messages di aplikasi whataps (WA). Informasi yang tak jelas dari siapa awalnya dan bagaimana mulanya membakar emosi banyak orang. Abda kadabra! meletus kerusuhan.
Bodohnya pengguna WA, tidak memverfikasi ulang kebenaran berita. Langsung ditelan mentah-mentah. Seolah itu perintah dari Tuhan dan wajib dilaksanakan.
Dewasa ini, memang laris manis kabar Hoax, Hasutan, dan fitnah keji berawal dan beredar dari broadcast WA/BBM. Kasus tol brexit yg mencatut nama seseorang, juga menelan belasan korban. Kini giliran broadcast tanjungbalai yang memakan korban.
Kalau kejahatan diciptakan begitu mudah. Mengapa menggunakan saluran WA/BBM untuk menyebarkan hoax, hasutan, dan fitnah? Hal disebabkan pertama, penyebarannya lebih cepat. Satu kali anda tekan tombol send, maka itu akan menyebar ke seluruh kontak yg ada di list anda dan bisa jadi itu akan membelah diri menjadi lebih banyak lagi.
Kedua, aplikasi WA/BBM berjalan di smartphone yang banyak digunakan hampir masyarakat modren, mulai dari pejabat hingga rakyat jelata, dari dara muda hingga orang-orang tua. dari yang berpendidikan sampai gelandangan.
Dengan melihat faktor penggunanya, maka bisa jadi orang yg menerima menganggap itu hal yang BENAR sehingga dia tidak merasa perlu mengecek keabsahannya.
Ketiga, siapa pengirim pertama tidak terlacak oleh orang awam seperti kita. Berbeda halnya dengan posting di facebook, kita masih bisa mengenali siapa yg pertama kali memposting. Dengan begitu si pelaku pembuat dan penyebar awal hoax, fitnah, hasutan seakan terbebas dari tanggung jawab.
Di media sosial semacam FB/twiter orang bisa segera mengecek atau mencari berita pembandingnya. itupun bagi yang melek informasi dan masih waras. Tapi jika di WA/BBM dan penggunanya tidak tahu soal internet. Apa yang bisa dilakukan? Telan mentah-mentah.
Disadari atau tidak dengan satu klik yang kita tekan, ibarat kita menarik pelatuk senjata yang dapat membunuh orang lain. Tanpa kita merasa bersalah dan bertanggung jawab, padahal di belahan dunia lain, orang mati karena apa yang kita sebarkan.
Dunia nyata butuh lebih banyak peerhatian, jangan sampai kita lelah mengedukasi masyarakat medsosia ternyata orang-orang terdekat kita tak teredukasi dan menjadi bagian dari ONE CLICK KILLER.
Jangan sampai kita menyesal bila akhirnya keluarga kita yang menjadi korbannya. (AS)
Opini : Jarimu Harimaumu
Penulis : Rikwanto
Sumber : infopol.news

Related

Berita 4788744267497947058

Post a Comment

emo-but-icon

FANDPAGE FB ISJ

GUDANG PRINTING AND CLOTHING



Recent

Info Populer

Comments

APP ANDROID ISJ

ISJ RELIGI

item